Guide untuk Penggunaan E-mail Marketing Bagi Pemula

Guide untuk Penggunaan E-mail Marketing Bagi Pemula

Di era internet sekarang ini para pengusaha harus dapat memanfaatkan media teknologi ini. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah E-mail Marketing. Teknik marketing ini memanfaatkan E-mail untuk menjalin hubungan dengan calon konsumen dan pelanggannya dalam menjalankan usaha.

Menghargai E-mail Pelanggan

E-mail adalah ruang pribadi bagi banyak orang, bagi Anda yang ingin belajar tentang E-mail Marketing, Anda harus paham hal ini. Berikan rasa hormat yang pantas sebelum Anda mengirimkan E-mail kepada mereka. Jika tidak, Anda malah akan menjauhkan calon pelanggan.

Muncul di inbox seseorang bisa dibilang mirip diizinkan masuk rumah orang. Jika perilaku tamu bagus, untuk kunjungan berikutnya pasti tamu akan diterima. Tapi jika perilaku buruk, tentu tamu akan diusir. Hal ini berlaku sama dengan E-mail Marketing. Misal E-mail Anda hanya berisi iklan – iklan yang tidak menarik atau Anda mengirim E-mail beberapa jam sekali, hal ini tentu akan membuat jengkel para penerimannya. Jika sudah begitu, ID Anda bisa di block dan si pelanggan tidak mau lagi berhubungan dengan usaha Anda.

Tahap – Tahap yang Benar untuk E-mail Marketing

Pada dasarnya tahapan E-mail Marketing bisa dibagi menjadi 3 langkah umum, yaitu:

  • Meminta izin
  • Masuk whitelist
  • Mengatur ekspektasi

Tahapan meminta izin ini sejalan dengan rasa hormat yang diberikan sebelum mengirim E-mail ke pelanggan. Walaupun sebagai pemilih usaha mendapatkan E-mail pelanggan adalah hal positif, Anda tetap tidak boleh semena – mena. Saat pelanggan mengakses usaha Anda, selalu berikan pilihan untuk menolak dikirimi E-mail.

Pilihan ini menunjukan bahwa usaha Anda menghargai ruang inbox si pelanggan. Menunjukan rasa hormat ini malah akan mempengaruhi pilihan si pelanggan. Bisa saja karena ia merasa dihormati, ia akan memilih untuk ikut dalam jaringan E-mail Marketing Anda.

Hal berikutnya adalah masuk whitelist. Hal ini berhubungan dengan kasus spam E-mail. Hampir semua pemberi jasa E-mail seperti Google dan Yahoo mengusahakan semua E-mail yang terkirim dan diterima, aman bagi semua pihak. Spam E-mail yang sering berisi hal – hal berbahaya seperti malware dan virus dapat mengurangi kredibilitas usaha Anda.

Pastikan Email yang Anda kirim lolos uji dari ISP dan juga pemberi jasa E-mail. Penerima E-mail sendiri juga bisa menentukan bahwa E-mail dari usaha Anda adalah spam atau bukan. Untuk menghindari ditandai sebagai spam, Anda tidak boleh E-mail terlalu sering ke pelanggan. E-mail yang terlalu sering muncul adalah salah satu karakteristik spam E-mail. Kirim E-mail seperlunya dengan isi yang berkualitas.

Tahap terakhir adalah mengatur ekspektasi bagi pelanggan yang Anda kirimi E-mail. Misal Anda berjanji hanya akan mengirim E-mail iklan 1 minggu sekali dan Anda melanggar hal itu dengan mengirim 3 iklan E-mail seminggu. Ekspektasi negatif pasti akan muncul setiap E-mail usaha Anda datang karena hal ini. Hal seperti ini akan menyebabkan Anda kehilangan pelanggan.

Untuk membuat ekspektasi positif, Anda bisa memberikan kode promo ataupun pin undian saat Anda mengirimi E-mail. Tentu saja Anda perlu melakukan ini sebagai surprise, jadi tidak perlu mengatur jadwal mengirim.

Jika Anda melakukan tahap – tahap ini dengan baik, bisa dipastikan Anda akan memiliki E-mail Marketing yang sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

"Download Kasus Study Gratis : Dapet 107Juta Rupiah dari Bisnis PLR"Download Video Selengkapnya Disini >>