Trik Untuk Membuat Prospek Mau Bicara Di Telepon Dengan Anda

Trik Untuk Membuat Prospek Mau Bicara Di Telepon Dengan Anda

Bagi seorang telemarketer, salah satu masalah umum yang dihadapi adalah prospek yang enggan mendengarkan apa yang ditawarkan dan menutup telponnya.

Di jaman yang serba modern ini telemarketing memang masih dianggap efektif bagi sebagian perusahaan dan masalah klasik yang dihadapi pun masih tetap sama.

Padahal telemarketing sebenarnya bisa jadi senjata rahasia Anda untuk meningkatkan penjualan karena tentunya dengan adana komunikasi dua arah perusahaan bisa menawarkan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen di tengah berkembangnya tren personalized marketing yang subur.

Apa yang bisa dilakukan agar prospek mau mendengarkan apa yang Anda tawarkan melalui telepon?

Katakan hal yang di luar dugaan

Prospek Anda bisa jadi sudah terbiasa menerima telepon dari berbagai macam sales yang menawarkan produknya dengan berbagai macam skenario.

Biasanya telemarketer menelepon dengan suara yang antusias, bicaranya cepat, dan terus memberikan penawaran meski sudah ditolak oleh prospek.

Anda bisa tampil lebih menonjol dan membuat prospek mendengarkan apa yang ingin Anda sampaikan dengan bicara di luar pola.

Bicaralah dengan nada yang lebih tenang, berikan waktu untuk mengenal prospek Anda lebih dekat sebelum Anda menawarkan produk yang bisa jadi solusi bagi masalah prospek.

Jangan mudah mundur

Mungkin ada banyak waktu di mana Anda hanya bisa menitipkan pesan suara karena telepon yang tidak diangkat.

Biasanya ketika menyampaikan pesan suara telemarketer meminta prospek untuk menelepon kembali jika mendapatkan pesan tersebut, namun kenyataannya jarang prospek yang menelepon kembali untuk mendengar presentasi penawaran dari telemarketer.

Meski begitu jangan jadikan hal ini memadamkan semangat Anda untuk terus meninggalkan pesan suara dari telepon yang tidak diangkat.

Jika ada satu atau tiga penjualan yang berhasil Anda cetak dari puluhan pesan suara yang Anda tinggalkan tentu masih lebih baik daripada tidak sama sekali bukan?

Jangan kaku

Perlakukan prospek Anda sebagai manusia yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dua arah. Dengan kata lain jangan berbicara seolah Anda adalah bot atau mesin dengan tata bahasa yang kaku dan percakapan yang seperti hanya mengikuti naskah saja.

Curi perhatian prospek Anda dengan menggunakan cara bicara yang lebih luwes bahkan diselingi dengan humor dan guyonan tentunya akan mengundang simpati naluri manusia untuk berkomunikasi dibandingkan hanya mengucapkan iklan promosi kata per kata.

Masing-masing prospek tentunya juga punya gaya komunikasi yang berbeda. Bicara dengan orang yang berusia di atas 40 tahun tentunya beda dengan bicara dengan orang usia 20.

Punya rencana cadangan

Jika prospek Anda buru-buru ingin menutup telepon padahal belum selesai dalam memberikan informasi mengenai produk yang dijual, Anda bisa minta persetujuan prospek untuk melanjutkan percakapan di lain waktu.

Karena prospek yang buru-buru ingin tutup telepon belum tentu tidak memiliki ketertarikan dengan apa yang Anda tawarkan mungkin waktunya yang memang belum pas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

"Download Kasus Study Gratis : Dapet 107Juta Rupiah dari Bisnis PLR"Download Video Selengkapnya Disini >>